Gambar Bendera Indonesia Merah Putih Vector CDR AI PDF

Download:

  • Corel Draw: https://drive.google.com/file/d/0B78WjVd_3uzHMW5jcllBUGZsY1U/view?usp=sharing
  • Adobe PDF: https://drive.google.com/file/d/0B78WjVd_3uzHdVBZX01UQ08wb1k/view?usp=sharing
  • Adobe Illustrator AI: https://drive.google.com/file/d/0B78WjVd_3uzHbk1pMUVCbVhHbms/view?usp=sharing

    Sejarah Bendera Merah Putih, Makna Filosofis, dan Momen-momen Istimewa

    Bendera Merah Putih dikibarkan serentak tiap kali ada perayaan Nasional khususnya momen Hari Kemerdekaan Indonesia. Bendera ini juga dikibarkan tiap kali ada upacara atau di depan instansi-instansi pemerintah dan sebagian swasta. Dua warnanya yang menjadi ciri khas dan kerap juga disebut sebagai Sang Dwiwarna. Bendera kebanggaan kita ini memiliki perjalanan sejarah yang sangat panjang dan sayangnya cukup banyak orang yang tidak mengetahuinya baik tua dan muda.

    Sejarah Bendera Merah Putih

    Bagaimana bendera kebangsaan kita ini diciptakan dan kenapa warnanya merah putih? Ada beberapa versi perihal asal usul warna merah putih yang digunakan dalam bendera Indonesia:

    • Berasal dari Panji Kerajaan Majapahit.

    Versi ini yang paling populer dan diajarkan sebagai pengetahuan umum. Kejayaan Kerajaan Majapahit di Abad 13 sangat ikonik dan turun temurun dikenal berbagai generasi lewat bangku-bangku sekolah dan budaya populer. Berdasarkan arsip dan riset para sejarawan, kerajaan yang berpusat di Jawa Timur ini ternyata menggunakan panji berwarna merah dan putih. Warna-warna tersebut bahkan sangat identik dengan kerajaan tersebut, seperti yang disebutkan oleh Mpu Prapanca dalam Kitab Negarakertagama. Salah satu informasi yang disampaikan dalam sumber tersebut menyebutkan bahwa bendera merah putih dipakai selama penyelenggaraan upacara hari kebesaran Raja Hayam Wuruk yang berkuasa dari tahun 1350 sampai 1389. Kabarnya juga, merah dan putih merupakan warna-warna yang sangat dimuliakan dalam tradisi kerajaan.

    • Mitologi Bumi dan Langit

    Berdasarkan mitologi yang berkembang di Bangsa Austronesia, warna merah dan putih merupakan simbol-simbol suci. Warna merah melambangkan bumi, dan warna putih melambangkan langit. Bumi sebagai ibu dan langit sebagai bapak. Dua hal yang tidak terpisahkan dan menjadi satu kesatuan pembentuk alam. Kepercayaan ini berkembang di kawasan yang dihuni Bangsa Austronesia dari Madagaskar, Tahiti, hingga Nusantara (Indonesia) lewat simbol-simbol yang dipakai mereka. Jika dirujuk pada referensi ini ternyata masih ada kaitannya dengan versi pertama yang menyebutkan asal usul dari panji-panji Kerajaan Majapahit.

    Faktanya lagi, bukan hanya Majapahit yang menggunakan warna merah putih sebagai panji atau benderanya. Dari arsip-arsip sejarah Nusantara, banyak kerajaan yang juga menggunakan warna-warna tersebut sebagai bendera. Beberapa di antaranya adalah Kerajaan Kediri, Kerajaan Bone, sebagai bendera perang Suku Batak dan dipakai juga sebagai panji perang Pangeran Diponegoro sewaktu melawan tentara Belanda di masa Perang Jawa.

    • Bendera Umat Islam

    Versi ini mengambil fakta sejarah dipakainya bendera atau panji merah putih sewaktu Perang Aceh, namun bukan karena merujuk pada latar belakang Austronesia, melainkan berdasarkan hadis Rasulullah. Konon warna merah dan putih juga dipakai oleh Rasulullah selama menyebarkan Islam. Tapi versi ini tidak begitu kuat karena dalam Sirah Nabawiyyah disebutkan bahwa warna bendera Rasulullah sebenarnya adalah putih.

    Makna Filosofis Bendera Merah Putih

    Apa makna yang terkandung dalam warna bendera kita ini? Selama ini yang dikenal adalah makna warna merah sebagai simbol keberanian dan warna putih sebagai simbol kesucian. Namun sedalam apa pemaknaan itu dipahami, kita uraikan di bawah ini.

    • Simbol Keberanian dan Kesucian

    Ya, benar. Bendera merah putih memang menyimbolkan dua hal itu. Ditelusuri lebih panjang dari sejarahnya, pemilihan merah putih sebagai bendera nasional jelas tidak sembarangan. Berbagai aspek sejarah (seperti yang telah diuraikan tadi) dan makna filosofis yang bukan sekadar sebagai benda formal kenegaraan.

    Merah adalah warna yang identik dengan keberanian karena sering dikaitkan dengan warna darah atau api. Usia Bangsa Indonesia sudah hampir 74 tahun semenjak nyala api kemerdekaan dikobarkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Jutaan nyawa telah melayang demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sejak dari era perjuangan kerajaan-kerajaan di Nusantara yang terpecah belah akibat kolonialisme dan mencapai titik kulminasi pada saat proklamasi dicetuskan. Namun perjuangan yang telah merenggut banyak korban itu bukan semata tindakan kekerasan yang barbar karena dilandasi oleh jiwa yang suci, dan disimbolkan warna putih. Kira-kira demikian pemaknaan filosofis warna merah dan putih bendera kita.

    • Simbol Penciptaan/Kelahiran Manusia

    Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Dua hal itulah yang saling menyatu dan membentuk manusia khususnya Manusia Indonesia. Tidak mungkin manusia hidup tanpa tubuh, begitu juga tidak mungkin manusia hidup tanpa jiwa. Itulah hal yang melahirkan dan membentuk Bangsa Indonesia hingga saat ini.

    Pemaknaan lainnya yang agak mirip merujuk pada kejadian penciptaan atau terbentuknya janin yakni dari warna merah (wanita) dan putih air mani (pria). Tradisi Jawa mengenal warna-warna ini sebagai hidangan bubur merah putih menyambut kelahiran bayi. Bubur itu dibuat dari campuran gula aren (merah) dan nasi (putih).

    Momen-momen Istimewa Sejarah Bendera Merah Putih

    Ada sejumlah momen penting yang identik dengan perjalanan bendera kebangsaan kita ini. Beberapa momen penting itu adalah:

    • Perlawanan Pertama Masa Kolonialisme

    Tahun 1928, Sumpah Pemuda bergema tepatnya tanggal 28 Oktober. Di saat itulah bendera merah putih untuk pertama kali dikibarkan sebagai bentuk perlawanan pada kolonialisme Belanda. Momen tersebut sekaligus mendeklarasikan semangat persatuan dan kesatuan di antara para pemuda Indonesia untuk saling bahu membahu menghadang kolonialisme.

    • Dijahit Sendiri oleh Ibu Negara

    Sewaktu persiapan proklamasi kemerdekaan, Indonesia masih belum memiliki wujud bendera resmi. Demi menyambutnya untuk dikibarkan saat detik-detik proklamasi, bendera itu dijahit sendiri oleh istri Bung Karno, yaitu Ibu Fatmawati. Ada versi yang menyebutkan bahwa kain untuk bahan bendera itu berasal dari tenda tukang soto namun sedikit berbeda dari penuturan langsung Ibu Fatmawati dalam buku biografinya, bahwa bahan kain itu diterima dari perwira Jepang. Bahan kain itu adalah katun Jepang berukuran 276 x 200 cm. Entah versi mana yang benar, tapi akhirnya bendera yang dijahit Ibu Negara itu akhirnya yang sekarang dikenal sebagai Bendera Pusaka, bendera keramat Rakyat Indonesia.

    • Sempat Dipotong Dua demi Keamanan

    Bendera pusaka ternyata sempat dibelah menjadi dua demi alasan keamanan. Ceritanya, waktu itu setelah proklamasi kemerdekaan, Belanda masih tidak terima Indonesia lepas dari mereka setelah Jepang menyerah tanpa syarat. Segala atribut kenegaraan Indonesia dirazia. Atas dasar alasan keamanan, bendera ini dipotong jadi dua kemudian disimpan oleh ajudan Bung Karno, Husein Mutahar. Dua potongan kain itu kembali disatukan setelah situasi aman.

    • Bendera Pusaka tahun 1968

    Bendera kebanggaan yang dijahit sendiri oleh istri Bung Karno itu terakhir dikibarkan pada saat perayaan proklamasi tahun 1968. Setelah itu tidak digunakan lagi karena sobek akibat faktor usia, namun tetap disimpan dengan aman di Istana Merdeka. Bendera Pusaka itu kemudian dibikin duplikatnya yang dibuat dari bahan sutra.

    Demikianlah perjalanan sejarah bendera merah putih kebanggaan kita. Menjelang peringatan 17 Agustus ini, atribut kenegaraan itu mulai semarak di berbagai wilayah Indonesia. Kita juga bisa membuat sendiri bendera itu dengan download bendera merah putih.

    Kalau mau membikin yang benar-benar bagus, Anda tidak perlu repot-repot karena ada jasa profesional yang melayani pembuatannya di percetakan bendera di Ayuprint.

    Download: